Selasa, 10 Februari 2015

CITA - CITA

judul yang bagus, kali ini aku akan membahas tentang cita - citaku. Tapi aku peringatkan cerita ini sangat membingungkan. :v Jika kamu tidak ingin dibuat bingung jangan diteruskan.Sebenarnya saya juga bingung.

Dulu pada waktu aku kecil, aku sempat bercita-cita menjadi seorang sopir bis. Itu semua gara - gara buku bacaanku. Judulnya aku lupa, mnceritakan tentang seorang anak dengan keluarganya mendapat musibah sehingga membuaat dia tidak bisa melanjutkan sekolah. Aku lupa jalan ceritanya seperti apa tapi akhirnya dia mengikuti kursus mengemudi dan jadilah dia seorang sopir bus jurusan jakarta-surabaya. Pada saat itu aku masih tk, setelah mendengarkan cerita itu aku mengatakan pada ibu ku, "ibuk g usah sekolahkan aku, kursuskan saja biar bisa kayak kusman (nama anak dalam cerita tersebut) jadi sopir bus jakarta-surabaya". Dan pada saat itu juga ibuku menjawab, "nak, sekolah aja dulu, klo kamu sekolah nanti kamu bahkan tidak hanya jadi sopir bus, tapi sopir pesawat (pilot)". Jawaban yang sangat mengagumkan dari ibuku. Mungkin karena itulah aku mau sekolah. Kamu percaya hal itu terjadi? ini kisah nyata.

Tahun tahun pun berlalu, aku pun mengijak kelas 6 sd. Dari situ aku mengenal beberapa tokoh terkenal diantaranya thomas alva edison, thomas alva edison,dan thomas alva edison. Kok cuma thomas alva edison? iya, karena hanya itu yang aku kenal. kamu g kenal enstein? einstein, saat itu dia belum cukup terkenal, aku baru mendengar namanya ketika sma. lalu siapa tokoh idolamu? thomas alva edison ya? sabar, yang sabar dulu, ceritanya masih panjang,. Jadi jangan dipotong ya.

Dan akupun bercita - cita menjadi ilmuwan. Dulu aku anggap ilmuwan adalah orang yang menemukan sesuatu yang baru, seperti thomas yang menemukan bola lampu. Ya, meskipun itu salah sampai saat ini menjadi seperti itulah yang aku inginkan. Tibalah waktu smp, aku pun tetap memegang teguh cita-cita tersebut. Aku sangat suka sekali matematika, pada suatu saat aku menemukan biografi tokoh dibuku matematika ku. Dia adalah Muhammad Ibn Musa atau yang lebih dikenal dengan nama al-khawarizmi.  Dia adalah seorang yang menguasai lebih dari satu disiplin ilmu, seorang ahli matematika, ahli astronomi, dan ahli geografi. Dialah penemu angka 0, bapak aljabar sekaligus bapak algoritma. Beliau diperkirakan hidup pada masa khalifah al ma'mun dinasti abbasiyyah.  Kita tidak sedang membahas tentang beliau, jadi cukup sampai disini. Kalau pengen tahu lebih banyak bisa cari di google. Dialah idolaku.

Sudah terjawabkan siapa tokoh idola ku, lanjut ke masa sma, tidak ada perubahan yang berarti tentang cita citaku, walaupun sempat berganti ganti cita-cita mulai dari pengusaha, programmer dll, tapi akhirnya kembali juga ke cita citaku yang semula, yaitu ilmuwan. Setelah lulus sma, aku mengambil jurusan Teknik Informatika, alasanku adalah ingin mempelajari matematika sesungguhnya.

Sudah, sekarang kamu boleh bertanya. Sekarang apa cita-citamu sudah terwujud? belum, belum untuk sekarang. Kok kamu yakin banget sih dengan cita citamu? keyakinan, ya itu yang terpenting. Klo kamu tidak yakin dengan apa yang kmu cita-citakan terus buat apa kamu memperjuangkan cita-citamu. Meskipun seandainya saja hal itu tidak terwujud setidaknya kita dapat pengalaman dan ilmu yang banyak dari hal itu. Ingat satu hal, Allah SWT. selalu bersama kita.

Satu hal lagi dariku, cita-cita tidak harus melulu soal pekerjaan / profesi yang menghasilkan banyak uang. Cita-cita bagiku tidak sama dengan pekerjaan. Entah pekerjaan apa pun yang akan aku dapat, aku akan melanjutkan cita citaku. Karena ini bukan tentang harta, ataupun jabatan.

Jumat, 10 Oktober 2014

Kematian

Kematian merupakan suatu yang pasti, tiada diketahui kapan datangnya namun tiada dipungkiri kepastiannya. Kelak setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati.

Kita tidak pernah mengetahui kapan datangnya kematian, dimana kita akan mati, dan dalam keadaan apakah kita akan mati. Pernahkah kita bertanya bagaimana keadaan kita saat maut menjemput kita? Apakah dalam keadaan bersujud dengan khusyuk dalam sholat kita? Ataukah maut menjemput kita dalam keadaan membaca Al-Qur'an? Atau jangan jangan ajal tiba ketika kita lalai dariNya? Meninggal ditemani botol botol terlarang dan obat obatan yang melalaikan? Ataukah kita meninggal dalam keadaan berzina? Apakah itu yang terjadi?  Naudzubillah.

Jika kalian bisa memilih keadaan saat kalian mati, keadaan apakah yang akan kamu pilih? Jika aku diperbolehkan memilih aku ingin meninggal seperti meninggalnya Utsman Bin Affan r.a. Meninggal dalam keadaan haus dan lapar karena puasa, dan dalam keadaan membaca Al-Qur'an. Namun, akankah hal itu bisa terjadi bila selama ini kita tiada pernah berpuasa. Akankah hal itu terjadi jika kita sangat jauh dari Al-Qur'an. Seperti mengharapkan sampai di Tangerang padahal kita menempuh jalan menuju Surabaya. Jauh, sangat jauh dari kenyataan. Sudah banyak contoh disekitar kita, orang orang yang meninggal sesuai dengan kebiasaannya. Ustadz yang meninggal dalam keadaan berdakwah. Orang yang senang melakasanakan sholat meninggal saat sedang bersujud kepadanya. Orang yang dalam kesehariannya meminum minuman keras, mati dalam keadaan over dosis. Seorang perokok meninggal akibat kanker yang dideritanya, yang penyebabnya tiada lain karena kebiasaannya merokok. Dan lain sebagainya.

Tawakal dan Istiqomah itu kuncinya, kita harus membiasakan diri untuk selalu mengerjakan hal hal yang baik serta meninggalkan perbuatan yang buruk. Seharusnya dalam diri kita ada sifat takut apabila akan mengerjakan perbuatan buruk, karena bisa jadi saat itu kematian anda tiba. Ingatlah kematian tiada terjadi kecuali dengan tiba-tiba.

Sebaik baik pengingat adalah kematian. Semoga bermanfaat.

Selasa, 07 Oktober 2014

BILA

Bila kamu bisa memilih jodoh, siapakah yang akan kamu pilih?

apakah dia, seorang yang melimpah hartanya?
apakah dia, seorang yang tinggi pangkat dan jabatannya?
apakah dia, seorang yang cantik jelita?
apakah dia, seorang yang baik akhlaknya?

Seandainya aku bisa memilih jodohku, akan kupilih dia. Dia adalah seorang yang baik akhlaknya, cantik wajahya, indah perkataannya, tiada yang keluar dari mulutnya kecuali perkataan yang baik, yang mengajak pada yang ma'ruf dan mencegah pada yang mungkar. Sedikit muluk memang, toh itu bukanlah hal yang salah. G ada salahnya mengharapkan sesuatu yang baik.

Mungkin kamu akan bertanya "adakah yang seperti itu?". Aku akan menjawab "Ya, Ada". Aku mungkin belum pernah melihatnya dan belum pernah pula mendengarnya, namun bukan berarti hal itu tak ada.

Jika nanti dia benar benar menjadi jodohku, alangkah lengkap nikmat yang telah diberikan yang Maha Kuasa. Dia memang tidak sempurna, tidak seperti para bidadari di surga yang suci, yang tidak pernah tersentuh oleh siapapun sebelumnya, yang bermata jeli lagi cantik. Namun, bisa jadi bidadari pun cemburu padanya.

Semoga doa doaku ini terkabul. Jadi, siapakah yang akan kamu pilih?