judul yang bagus, kali ini aku akan membahas tentang cita - citaku. Tapi aku peringatkan cerita ini sangat membingungkan. :v Jika kamu tidak ingin dibuat bingung jangan diteruskan.Sebenarnya saya juga bingung.
Dulu pada waktu aku kecil, aku sempat bercita-cita menjadi seorang sopir bis. Itu semua gara - gara buku bacaanku. Judulnya aku lupa, mnceritakan tentang seorang anak dengan keluarganya mendapat musibah sehingga membuaat dia tidak bisa melanjutkan sekolah. Aku lupa jalan ceritanya seperti apa tapi akhirnya dia mengikuti kursus mengemudi dan jadilah dia seorang sopir bus jurusan jakarta-surabaya. Pada saat itu aku masih tk, setelah mendengarkan cerita itu aku mengatakan pada ibu ku, "ibuk g usah sekolahkan aku, kursuskan saja biar bisa kayak kusman (nama anak dalam cerita tersebut) jadi sopir bus jakarta-surabaya". Dan pada saat itu juga ibuku menjawab, "nak, sekolah aja dulu, klo kamu sekolah nanti kamu bahkan tidak hanya jadi sopir bus, tapi sopir pesawat (pilot)". Jawaban yang sangat mengagumkan dari ibuku. Mungkin karena itulah aku mau sekolah. Kamu percaya hal itu terjadi? ini kisah nyata.
Tahun tahun pun berlalu, aku pun mengijak kelas 6 sd. Dari situ aku mengenal beberapa tokoh terkenal diantaranya thomas alva edison, thomas alva edison,dan thomas alva edison. Kok cuma thomas alva edison? iya, karena hanya itu yang aku kenal. kamu g kenal enstein? einstein, saat itu dia belum cukup terkenal, aku baru mendengar namanya ketika sma. lalu siapa tokoh idolamu? thomas alva edison ya? sabar, yang sabar dulu, ceritanya masih panjang,. Jadi jangan dipotong ya.
Sudah terjawabkan siapa tokoh idola ku, lanjut ke masa sma, tidak ada perubahan yang berarti tentang cita citaku, walaupun sempat berganti ganti cita-cita mulai dari pengusaha, programmer dll, tapi akhirnya kembali juga ke cita citaku yang semula, yaitu ilmuwan. Setelah lulus sma, aku mengambil jurusan Teknik Informatika, alasanku adalah ingin mempelajari matematika sesungguhnya.
Sudah, sekarang kamu boleh bertanya. Sekarang apa cita-citamu sudah terwujud? belum, belum untuk sekarang. Kok kamu yakin banget sih dengan cita citamu? keyakinan, ya itu yang terpenting. Klo kamu tidak yakin dengan apa yang kmu cita-citakan terus buat apa kamu memperjuangkan cita-citamu. Meskipun seandainya saja hal itu tidak terwujud setidaknya kita dapat pengalaman dan ilmu yang banyak dari hal itu. Ingat satu hal, Allah SWT. selalu bersama kita.
Satu hal lagi dariku, cita-cita tidak harus melulu soal pekerjaan / profesi yang menghasilkan banyak uang. Cita-cita bagiku tidak sama dengan pekerjaan. Entah pekerjaan apa pun yang akan aku dapat, aku akan melanjutkan cita citaku. Karena ini bukan tentang harta, ataupun jabatan.